Pada tahap awal hubungan, pasangan sering kali malu atau enggan membahas beberapa isu penting karena mereka mungkin percaya bahwa cukup dengan sekadar “jatuh cinta”. Namun, Anda dapat meringankan banyak tantangan di masa mendatang dengan membicarakan beberapa isu utama yang krusial sebelum memutuskan untuk membuat komitmen jangka panjang. Pertanyaan-pertanyaan (dan jawaban-jawaban) ini dapat membantu menciptakan fondasi yang kuat yang akan bertahan sepanjang hubungan. Dengan bersikap proaktif, Anda dapat mengidentifikasi area-area yang dapat menyebabkan stres di kemudian hari dalam hubungan.
Komunikasi yang efektif
Pertama-tama, mengetahui cara berkomunikasi secara efektif akan membangun rasa aman, kepercayaan, dan rasa hormat dalam hubungan. Dapatkah Anda berbicara dengan pasangan Anda tentang berbagai masalah penting dan apakah mereka akan dapat mendengarkan dan membicarakan masalah tersebut dengan Anda dengan penuh rasa hormat? Apakah Anda dapat mengungkapkan perasaan Anda tanpa ejekan atau penilaian?
Konflik tidak dapat dihindari dalam suatu hubungan, tetapi cara menangani konflik inilah yang menciptakan rasa aman dan kepercayaan. Tanyakan kepada pasangan Anda bagaimana orang tua mereka menangani konflik. Apakah mereka melempar barang? Mengumpat? Memarahi? Menarik diri dan menghindar? Berbicara satu sama lain dengan penuh rasa hormat? Ini adalah pola yang sering dipelajari individu dalam keluarga mereka dan dapat diulang dalam hubungan mereka sendiri.
Penting untuk dapat mempelajari keterampilan komunikasi yang efektif sehingga pasangan dapat menghadapi naik turunnya keputusan sehari-hari (siapa yang harus mencuci atau menjemput anak-anak dari sekolah?). Banyak pasangan seringkali kesulitan dengan keterampilan ini yang dapat menyebabkan keretakan hubungan di masa mendatang.
Bagikan sejarah masa lalu
Kedua, pasangan perlu berbagi kisah masa lalu mereka. Apakah ada beberapa hal yang telah terjadi yang dapat mempengaruhi hubungan Anda saat ini? Apakah pasangan Anda berjuang melawan masalah kesehatan fisik atau mental? Apakah pasangan Anda pernah terlibat dalam kecanduan atau masalah hukum? Apakah pasangan Anda pernah mengalami kekerasan dalam keluarga atau dalam hubungan?
Bagi kebanyakan pasangan, hubungan sebelumnya dengan pasangan dapat memengaruhi hubungan saat ini. Anda mungkin perlu membicarakan tentang mantan Anda. Topik-topik ini menciptakan kesempatan bagi Anda untuk bertanya kepada pasangan Anda, “Jadi, bagaimana pengalaman ini mempengaruhi Anda?” Ini mungkin salah satu pertanyaan terpenting yang dapat Anda ajukan kepada pasangan Anda karena masa lalu dapat menimbulkan tantangan bagi Anda sekarang atau di masa mendatang.
Pertanyaan yang perlu ditanyakan
Setelah tercipta ruang aman untuk membahas isu-isu rumit dengan gaya komunikasi yang jujur dan terbuka, mungkin ada banyak topik yang ingin Anda bahas. Berikut ini beberapa pertanyaan yang sebaiknya didiskusikan oleh pasangan.
Tentu saja, mengajukan pertanyaan lama seperti “Apakah kita ingin memiliki keluarga dan seperti apa bentuknya?” biasanya menjadi salah satu topik pertama. Banyak pasangan yang memilih untuk tidak memiliki anak, tetapi jika salah satu pasangan berharap untuk memiliki anak dan pasangan lainnya ingin bepergian dan fokus pada karir mereka, maka mungkin ada konflik karena ini adalah nilai-nilai pribadi yang harus dibahas.
- Bagaimana kita akan menangani masalah keluarga?
- Apa peran mertua dalam kehidupan kita?
- Jika kita memiliki anak, bagaimana kita ingin kakek-nenek terlibat dalam kehidupan anak-anak kita?
- Di mana kita akan tinggal?
- Apakah kita ingin menetap di komunitas kecil dan tetap di sana?
- Atau apakah kita ingin pindah dan menjelajahi tempat baru?
- Bagaimana kita membangun persahabatan dengan orang lain?
- Apakah kita hanya mempunyai teman yang sama atau kita merasa nyaman mempunyai teman sendiri?
- Bagaimana kita menangani pekerjaan rumah tangga?
- Apakah salah satu pasangan mengharapkan pasangan lainnya untuk mengurus rumah dan anak-anak atau apakah tugas-tugas ini dibagi?
- Bagaimana jika salah satu pasangan ingin tinggal di rumah sementara pasangan lainnya bekerja?
- Apa keyakinan agama kami dan jika kami memiliki anak, apakah kami akan membesarkan mereka dengan keyakinan tertentu?
- Bagaimana kita akan merayakan hari libur?
- Dan, tentu saja, pertanyaan tentang keintiman di masa mendatang. Apa keyakinan kita tentang seks? Apakah kita akan mempertahankan hubungan monogami? Seberapa sering kita harus berhubungan seks?
- Salah satu kepastian hubungan jangka panjang adalah bahwa hubungan itu akan berubah. Bagaimana kita siap menghadapi perubahan ini?
Keuangan
Salah satu hal terpenting yang dapat menimbulkan stres dalam hubungan adalah pengelolaan keuangan. Hal ini rumit tetapi sering kali menjadi penyebab keretakan dalam hubungan pasangan. Dengan membahas nilai uang secara terbuka, pasangan dapat membuat pedoman tentang cara mengelola keuangan masa depan mereka.
Sekali lagi, komunikasi yang terbuka dan jujur tentang uang dapat membuka pintu untuk diskusi lebih lanjut karena emosi kita terkait langsung dengan pola pengeluaran kita.
Ajukan pertanyaan seperti:
- Apakah kita akan memiliki rekening bank bersama?
- Siapa yang akan bertanggung jawab untuk membayar tagihan?
- Apakah kita ingin membeli rumah?
- Berapa banyak yang harus kita keluarkan untuk sebuah kendaraan?
- Apakah kita perlu membuat anggaran?
- Bagaimana kita menangani utang kita? Haruskah kita menggabungkannya atau kita sendiri yang bertanggung jawab atas utang kita?
- Apakah Anda menggunakan kartu kredit?
Pertanyaan-pertanyaan ini hanya menyentuh permukaan dalam pembahasan tentang keputusan keuangan di masa mendatang.
Membangun fondasi yang kuat
Jika Anda bersemangat membangun kehidupan bersama pasangan dan ingin menciptakan fondasi yang kuat untuk masa depan, fokuslah pada pengembangan keterampilan komunikasi dan bahas hal-hal yang mungkin membuat Anda merasa tidak nyaman. Diskusikan nilai-nilai Anda, masa lalu Anda, dan keuangan Anda. Membangun fondasi ini adalah perekat yang akan menyatukan hubungan Anda saat Anda terus menjalani perjalanan bersama sebagai pasangan.